Akhir - akhir ini ada fenomena menarik yang terjadi dalam interaksi kemahasiswaan di kampusku. Hampir semua temanku kini suka mengatakan Shut Up Your *tit* Mouth. Sepertinya atmosfer umpatan ala barat mulai merebak.
Tapi sudahlah. Hal seperti itu tidak perlu dipikirkan. Itu hanya salah satu efek globalisasi. Tidak masalah. Bukan masalah. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Pemerintah saja tidak ambil pusing mengenai hal itu. Laissez Faire.
Urusan moral, urusan ahlak biar kami urus sendiri (Iwan Fals). Pemerintah tidak usah mengurusi moral warga sepertinya bagus juga. Hapuskan saja sensor supaya semua tayangan yang tidak pantas ditonton bisa bebas berseliweran. Toh, pada akhirnya generasi muda juga yang hancur. Tidak masalah generasi muda hancur. Bukan masalah. Itu tidak akan pernah jadi msalah. Yang penting pemerintah bisa tetap menjaga stabilitas negara, ekonomi stabil. Seperti itukan negara yang diidam - idamkan seluruh dunia.
Bebas berpendapat seperti ini tanpa ada sensor. Hidup kebebasan pers dan berpendapat. Tidak perlu ada tanggung jawab. Itukan kebebasan.
Itu yang saya suka dari demokrasi.
Kebebasan saya menuduh orang sebagai agen rahasia. Berpakaian minim, bertindak tidak sopan di khalayak ramai adalah kebebasan juga. Jadi kenapa harus dipersoalkan. Moral, agama dan akhlak adalah urusan individu jadi kenapa harus ada undang - undang mengenai agama dan pornografi. Negara seharusnya hanya boleh memberi perlindungan pada semua hal itu. Tidak boleh ada sensor. Biarkan semua orang bebas berekspresi lalu kitatunggu saja kapan NEGARA KITA INI BERANTAKAN.
No comments:
Post a Comment